Langsung ke konten utama

HMI Peternakan IPB Gelar Latihan Kader I Se-Bogor Raya


Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor Komisariat Peternakan IPB menggelar Latihan Kader I (Basic Training) Se-Bogor raya. LK I yang berlangsung mulai 24 - 26 November ini dibuka oleh Formateur/Ketum HMI Bogor, Joni Iskandar di Gedung Serbaguna Mahasiswa Islam (GSMI), Jum’at (24/11).

Menurut ketua panitia pelaksana Isfan Fajar, sejauh ini panitia pelaksana telah berupaya semaksimal mungkin untuk mensukseskan kegiatan ini. Jumlah peserta yang hadir di hari pertama mencapai 41 yang datang dari berbagai kampus di Bogor, seperti Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Pakuan, STEI Tazkia, STAINI Parung, Gunadarma dan IPB.

“Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan LK I ini. Mudah-mudahan kami semua kekurangan dalam pelaksanaan bisa dimaklumi,” kata Isfan ketika ditemui saat pelatihan.

Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Fapet, Dini Rosyana menyampaikan beberapa kendala dalam pelaksanaan. Dini tidak menyangka jika peserta yang mendaftar membludak. Sehingga ada kekhawatiran kurangnya pendanaan dalam melakukan kegiatan.

"Alhamdulillah acara sukses sampai akhir. Terimakasih kepada semua pihak yang telah turut mensukseskan basic training ini," pungkas Dini. (Ags)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA DAN BAGAIMANA SETELAH MASUK HMI? (Sesi Wawancara dengan Ketum HMI Cabang Bogor)

                    Pada kesempatan ini kami sengaja kembali menghadirkan sesi wawancara khusus dengan ketua umum HMI Cabang Bogor periode 2013-2014, Bang Qiki Qilang Syachbudy. Wawancara ini sengaja dilakukan karena banyaknya pertanyaan baik dari kader ataupun masyarakat umum tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan setelah menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Berikut adalah wawancaranya.

Ini Pesan Ketum Fateta Sebelum Lengser

Jadikanlah organisasi sesuai dengan akar katanya organ. Gerakan yang harus harmoni dan bersimponi antara satu sama lain. Organisasi mengharuskan kerjasama sebagai penggeraknya. Kalimat tersebut dikatakan Ketua umum (Ketum) demisioner komisariat Fateta IPB, Paradha Wihandi Simarmata, Jumat (17/11/2017). "Komisariat Fateta kami jalankan dengan semangat berbeda dan berpikir mandiri. Militansi adalah penggerak organisasi," tutur Paradha ketika menyampaikan kondisi internal dalam pleno III bertempat di Mushola Bateng, Dramaga. Menanggapi persoalan membangun kekompakan komisariat, Paradha menyampaikan pentingnya kebersamaan. Menderita dan bahagia bersama.  "Kita harus siap membeli cita cita dengan penderitaan. Membangun organisasi harus dimulai dari rasa memiliki. Komisariat Fateta bukan milik individu tapi punya kita semua. Selain itu kita juga harus tetap menjaga semangat membaca," ungkap pemuda yang jago karate tersebut. Swkretaris Umum (Sekum) Fa...

Potong Generasi Politikus Rakus!

Letih dan jengah adalah dua perasaan yang mendominasi ketika melihat dunia politik tanah air. Perebutan kekuasaan merupakan domain pasti dalam setiap momen politik. Partai politik sudah kian kabur tujuan ideologinya. Tak jelas arah dan orientasinya. Kegaduhan terjadi hampir di setiap lini, entah di tingkat internal maupun eksternal. Wajar jika kemudian fenomena ini menghasilkan banjir pesimis dan arus ketidakpercayaan masyarakat kepadanya.