Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label HMI

HMI Bogor Utus Kadernya Ikut LK III ke Semarang

BOGOR ,  Akhir bulan November 2017 lalu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor mengirim kadernya, Abdul Hamid Al-Mansyury untuk mengikuti Advance Training (LK-III) yang diadakan Badan Koordinasi Jateng DIY. Arena training sendiri dilaksanakan di Kota Semarang, Indonesia. Dikirimnya kader HMI Cabang Bogor untuk mengikuti LK-III di luar adalah bagian dari upaya untuk memperkuat wawasan keilmuan kader agar tercipta regenerasi perkaderan yang matang dan paripurna.

HMI Peternakan IPB Gelar Latihan Kader I Se-Bogor Raya

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor Komisariat Peternakan IPB menggelar Latihan Kader I (Basic Training) Se-Bogor raya. LK I yang berlangsung mulai 24 - 26 November ini dibuka oleh Formateur/Ketum HMI Bogor, Joni Iskandar di Gedung Serbaguna Mahasiswa Islam (GSMI), Jum’at (24/11). Menurut ketua panitia pelaksana Isfan Fajar, sejauh ini panitia pelaksana telah berupaya semaksimal mungkin untuk mensukseskan kegiatan ini. Jumlah peserta yang hadir di hari pertama mencapai 41 yang datang dari berbagai kampus di Bogor, seperti Universitas Ibnu Khaldun, Universitas Pakuan, STEI Tazkia, STAINI Parung, Gunadarma dan IPB. “Kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan LK I ini. Mudah-mudahan kami semua kekurangan dalam pelaksanaan bisa dimaklumi,” kata Isfan ketika ditemui saat pelatihan. Sementara itu, Ketua Umum (Ketum) Fapet, Dini Rosyana menyampaikan beberapa kendala dalam pelaksanaan. Dini tidak menyangka jika peserta yang...

Ini Pesan Ketum Fateta Sebelum Lengser

Jadikanlah organisasi sesuai dengan akar katanya organ. Gerakan yang harus harmoni dan bersimponi antara satu sama lain. Organisasi mengharuskan kerjasama sebagai penggeraknya. Kalimat tersebut dikatakan Ketua umum (Ketum) demisioner komisariat Fateta IPB, Paradha Wihandi Simarmata, Jumat (17/11/2017). "Komisariat Fateta kami jalankan dengan semangat berbeda dan berpikir mandiri. Militansi adalah penggerak organisasi," tutur Paradha ketika menyampaikan kondisi internal dalam pleno III bertempat di Mushola Bateng, Dramaga. Menanggapi persoalan membangun kekompakan komisariat, Paradha menyampaikan pentingnya kebersamaan. Menderita dan bahagia bersama.  "Kita harus siap membeli cita cita dengan penderitaan. Membangun organisasi harus dimulai dari rasa memiliki. Komisariat Fateta bukan milik individu tapi punya kita semua. Selain itu kita juga harus tetap menjaga semangat membaca," ungkap pemuda yang jago karate tersebut. Swkretaris Umum (Sekum) Fa...

NU & HT DI TUBUH INDONESIA

Oleh: Rohmatullah Adny Asymuni* Berbicara tentang NU berbicara tentang keIslaman, keIndonesiaan dan perjuangan. Tak diragukan lagi bahwa ulama, kyai dan warga NU turut ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melawan kolonial dsn penjajahan di tanah pribumi ini. Tak perlu penulis sebutkan siapa saja yang terlibat melawan penjajahan demi terwujudkan kemerdekaan Indonesia.  NU dan lapisan masyarakat telah banyak berjasa pada kita yang hidup di abad 21 ini. Kita hanya menjadi penikmat hasil keringat perjuangan nenek moyang kita yang berjuang demi sebuah kemerdekaan. Setelah Indonesia merdeka yang dikumandangkan oleh Presiden pertama, Soekarno -singkat cerita- telah final menjadikan pancasila sebagai falsafah ideologi Indonesia, bukan sebagai mazhab apalagi agama. Tidak. Pancasila tidak bertentangan dengan Islam, justru dalam organ pancasila tersinari oleh nilai-nilai ajaran Islam. Coba perhatikan dan pahami butir Pancasila, adakah yang melenceng dari ajaran Islam...

Islam dan Permasalahan Air

Tepat 22 Maret 2016, dunia akan memperingati Hari Air sedunia, sebagai bentuk kepedulian kita semua terhadap air sebagai penunjang paling penting bagi kehidupan manusia. Hal ini tentu beralasan karena manusia sendiri, di dalam tubuhnya terkandung 90 persen air. Indonesia sebagai negara maritim dan kepulauan ( archipelago state ), memiliki kekayaan air yang berlimpah ruah, apal a gi di saat musim hujan. Namun, b agaimana jadinya apabila Indonesia di masa depan nanti menjadi kering dan langka akan air?

Potong Generasi Politikus Rakus!

Letih dan jengah adalah dua perasaan yang mendominasi ketika melihat dunia politik tanah air. Perebutan kekuasaan merupakan domain pasti dalam setiap momen politik. Partai politik sudah kian kabur tujuan ideologinya. Tak jelas arah dan orientasinya. Kegaduhan terjadi hampir di setiap lini, entah di tingkat internal maupun eksternal. Wajar jika kemudian fenomena ini menghasilkan banjir pesimis dan arus ketidakpercayaan masyarakat kepadanya.

SEKOLAH MENULIS, ARISAN BACA, DAN FLD?

  Judul di atas memang menarik untuk dibahas pada kesempatan ini mengingat kita sama-sama tahu bahwa HMI Cabang Bogor harus terus eksis dalam mencetak kader-kader militan ummat dan bangsa. 

DI HMI, KITA SEDANG SAFARI BATIN

Tanggal 24 April 2015 ini kami dengar akan dilaksanakan Konferensi Cabang HMI Cabang Bogor ke-54 untuk melakukan prosesi pergantian pengurus HMI Cabang Bogor Periode 2013-2014 ke pengurus HMI Cabang Bogor Periode 2015-2016. Kegiatan perhelatan acara tahunan cabang tertinggi ini akan digelar di GSMI dengan dihadiri oleh seluruh pengurus komisariat yang ada. Di sela-sela kesibukannya mempersiapkan Konferensi Cabang, kami ajak Ketum HMI Cabang Bogor, Sdr. Qiki Qilang Syachbudy, untuk berdiskusi santai seputar HMI dan impian-impiannya mengenai HMI Cabang Bogor ke depan.

SAJAK: BANGUN BUDAYA HMI CABANG BOGOR

Dalam kebersamaan kita meriah Dalam kesederhanaan kita bersahaja Ringan hati untuk selalu berkarya dan memberi Besar hati untuk menjalani kodrat sebagai mahasiswa

Dunia Dalam Kemasan: Perumpamaan Manusia Gua

Jika ada yang bertanya, mengapa semuanya begitu tidak pasti dan relatif. Mengapa apa yang terkadang kita anggap sebuah kebenaran, ternyata hanyalah kepalsuan yang dibungkus dengan berbagai hiasan spekulasi dan manipulasi. Jawabannya adalah karena dari awal kita hidup pada kehidupan yang tidak sepenuhnya nyata.

SEJARAH HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

Kelahiran HMI dimulai dari kisah seorang mahasiswa yang bernama Lafan Pane. Ia gelisah melihat pergerakan mahasiswa saat itu. Utamanya, potensi mahasiswa islam yang dirasa perlu diorganisir dengan baik, sehingga ia berinisiatif untuk mendirikan organisasi mahasiswa Islam. Ketika mata kuliah Tafsir dengan dosen Husein Yahya di kampus Sekolah Tinggi Islam (STI) Yohyakarta, Lafran Pane meminta izin untuk menggunakan tempat dan jam kuliah untuk mengadakan rapat pendirian organisasi mahasiswa. Husein Yahya mengizinkan bahkan mengikuti jalannya rapat tersebut.