Langsung ke konten utama

SAJAK: BANGUN BUDAYA HMI CABANG BOGOR




Dalam kebersamaan kita meriah
Dalam kesederhanaan kita bersahaja
Ringan hati untuk selalu berkarya dan memberi
Besar hati untuk menjalani kodrat sebagai mahasiswa

Tak ada mengeluh jika waktu harus terrampas
Tetap bahagia walau makan hanya berlaukkan tempe
Asal bersama kita tetap bahagia
Sebab makna persaudaraan ada di saat menderita

Terhadap sesama tetap kita mawas diri
Pandai menempatkan diri dan memposisikan diri
Gerak kita adalah gerak pasukan khusus
Tak dapat diterka tak dapat terbaca

Terhadap penempaan diri kita pantang menyerah
Siang malam kita membaca dan menuntut ilmu
Sebab disini rumah para pejuang
Tempat mencetak kader militan bangsa

Selalu tegak melangkah kader hijau hitam
Di dalam belantara hidup dan dentuman badai
Kita tetap sadar dan kuat jiwa untuk melangkah dan berkarya
Di dalam persaudaraan Tuhan akan menjadikan kita cahaya

Qiki Qilang Syachbudy
(Ketum HMI Cabang Bogor Periode 2013-2014)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA DAN BAGAIMANA SETELAH MASUK HMI? (Sesi Wawancara dengan Ketum HMI Cabang Bogor)

                    Pada kesempatan ini kami sengaja kembali menghadirkan sesi wawancara khusus dengan ketua umum HMI Cabang Bogor periode 2013-2014, Bang Qiki Qilang Syachbudy. Wawancara ini sengaja dilakukan karena banyaknya pertanyaan baik dari kader ataupun masyarakat umum tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan setelah menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Berikut adalah wawancaranya.

Ini Pesan Ketum Fateta Sebelum Lengser

Jadikanlah organisasi sesuai dengan akar katanya organ. Gerakan yang harus harmoni dan bersimponi antara satu sama lain. Organisasi mengharuskan kerjasama sebagai penggeraknya. Kalimat tersebut dikatakan Ketua umum (Ketum) demisioner komisariat Fateta IPB, Paradha Wihandi Simarmata, Jumat (17/11/2017). "Komisariat Fateta kami jalankan dengan semangat berbeda dan berpikir mandiri. Militansi adalah penggerak organisasi," tutur Paradha ketika menyampaikan kondisi internal dalam pleno III bertempat di Mushola Bateng, Dramaga. Menanggapi persoalan membangun kekompakan komisariat, Paradha menyampaikan pentingnya kebersamaan. Menderita dan bahagia bersama.  "Kita harus siap membeli cita cita dengan penderitaan. Membangun organisasi harus dimulai dari rasa memiliki. Komisariat Fateta bukan milik individu tapi punya kita semua. Selain itu kita juga harus tetap menjaga semangat membaca," ungkap pemuda yang jago karate tersebut. Swkretaris Umum (Sekum) Fa...

Potong Generasi Politikus Rakus!

Letih dan jengah adalah dua perasaan yang mendominasi ketika melihat dunia politik tanah air. Perebutan kekuasaan merupakan domain pasti dalam setiap momen politik. Partai politik sudah kian kabur tujuan ideologinya. Tak jelas arah dan orientasinya. Kegaduhan terjadi hampir di setiap lini, entah di tingkat internal maupun eksternal. Wajar jika kemudian fenomena ini menghasilkan banjir pesimis dan arus ketidakpercayaan masyarakat kepadanya.