Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Himpunan Mahasiswa Islam

HMI Bogor Utus Kadernya Ikut LK III ke Semarang

BOGOR ,  Akhir bulan November 2017 lalu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor mengirim kadernya, Abdul Hamid Al-Mansyury untuk mengikuti Advance Training (LK-III) yang diadakan Badan Koordinasi Jateng DIY. Arena training sendiri dilaksanakan di Kota Semarang, Indonesia. Dikirimnya kader HMI Cabang Bogor untuk mengikuti LK-III di luar adalah bagian dari upaya untuk memperkuat wawasan keilmuan kader agar tercipta regenerasi perkaderan yang matang dan paripurna.

Ini Pesan Ketum Fateta Sebelum Lengser

Jadikanlah organisasi sesuai dengan akar katanya organ. Gerakan yang harus harmoni dan bersimponi antara satu sama lain. Organisasi mengharuskan kerjasama sebagai penggeraknya. Kalimat tersebut dikatakan Ketua umum (Ketum) demisioner komisariat Fateta IPB, Paradha Wihandi Simarmata, Jumat (17/11/2017). "Komisariat Fateta kami jalankan dengan semangat berbeda dan berpikir mandiri. Militansi adalah penggerak organisasi," tutur Paradha ketika menyampaikan kondisi internal dalam pleno III bertempat di Mushola Bateng, Dramaga. Menanggapi persoalan membangun kekompakan komisariat, Paradha menyampaikan pentingnya kebersamaan. Menderita dan bahagia bersama.  "Kita harus siap membeli cita cita dengan penderitaan. Membangun organisasi harus dimulai dari rasa memiliki. Komisariat Fateta bukan milik individu tapi punya kita semua. Selain itu kita juga harus tetap menjaga semangat membaca," ungkap pemuda yang jago karate tersebut. Swkretaris Umum (Sekum) Fa...

Potong Generasi Politikus Rakus!

Letih dan jengah adalah dua perasaan yang mendominasi ketika melihat dunia politik tanah air. Perebutan kekuasaan merupakan domain pasti dalam setiap momen politik. Partai politik sudah kian kabur tujuan ideologinya. Tak jelas arah dan orientasinya. Kegaduhan terjadi hampir di setiap lini, entah di tingkat internal maupun eksternal. Wajar jika kemudian fenomena ini menghasilkan banjir pesimis dan arus ketidakpercayaan masyarakat kepadanya.

SEKOLAH MENULIS, ARISAN BACA, DAN FLD?

  Judul di atas memang menarik untuk dibahas pada kesempatan ini mengingat kita sama-sama tahu bahwa HMI Cabang Bogor harus terus eksis dalam mencetak kader-kader militan ummat dan bangsa. 

DI HMI, KITA SEDANG SAFARI BATIN

Tanggal 24 April 2015 ini kami dengar akan dilaksanakan Konferensi Cabang HMI Cabang Bogor ke-54 untuk melakukan prosesi pergantian pengurus HMI Cabang Bogor Periode 2013-2014 ke pengurus HMI Cabang Bogor Periode 2015-2016. Kegiatan perhelatan acara tahunan cabang tertinggi ini akan digelar di GSMI dengan dihadiri oleh seluruh pengurus komisariat yang ada. Di sela-sela kesibukannya mempersiapkan Konferensi Cabang, kami ajak Ketum HMI Cabang Bogor, Sdr. Qiki Qilang Syachbudy, untuk berdiskusi santai seputar HMI dan impian-impiannya mengenai HMI Cabang Bogor ke depan.

Dunia Dalam Kemasan: Dunia itu bagaimana sih??

Mari kita usut dari akar katanya terlebih dahulu. Secara etimologis, kata Dunia diturunkan dari akar kata daniy, yang berarti "sederhana", "remeh", "rendah", dan "tak berharga".Maka jelaslah dari namanya saja, kita sudah tahu sifat-sifat dari dunia itu. Tapi mengapa sesuatu yang rendah tak berharga itu seringkali kita kejar?. Terus bagaimana pandangan yang lain terhadap dunia?.

SAJAK: BANGUN BUDAYA HMI CABANG BOGOR

Dalam kebersamaan kita meriah Dalam kesederhanaan kita bersahaja Ringan hati untuk selalu berkarya dan memberi Besar hati untuk menjalani kodrat sebagai mahasiswa

Menakar Kuliah Online

Tujuan dari pendidikan adalah menciptakan kaum terdidik yang berkepribadian kemanusiaan. Singkatnya, manusia yang bisa memanusia-kan manusia. Pendidikan menjadi indikator bagi perkembangan peradaban suatu bangsa, karena di dalamnya pasti ada perkembangan ilmu pengetahuan dan inovasi demi mencapai perbaikan kehidupan suatu bangsa. Maka wajar jika pendidikan, mengutip UUD 1945 pasal 28, “ialah hak setiap warga negara”.

Dunia Dalam Kemasan: Perumpamaan Manusia Gua

Jika ada yang bertanya, mengapa semuanya begitu tidak pasti dan relatif. Mengapa apa yang terkadang kita anggap sebuah kebenaran, ternyata hanyalah kepalsuan yang dibungkus dengan berbagai hiasan spekulasi dan manipulasi. Jawabannya adalah karena dari awal kita hidup pada kehidupan yang tidak sepenuhnya nyata.