Langsung ke konten utama

Galang Dana Banjir Lombok Jilid 2


HMI Cabang Bogor yang dipelopori oleh Komisariat Faperta IPB melakukan penggalangan dana untuk korban banjir Lombok bekerja sama dengan komisariat Se-Cabang Bogor dan Kota Bogor serta Organisasi Mahasiswa Daerah (OMDA) Lombok di Car Free Day Bogor, (27/11/2017).
.
Ketum Komisariat Faperta, Nurul Hadi mengatakan sebagai manusia kita harus saling meringankan beban antar satu sama lain terutama ketika sedang terkena musibah.
.
"Ketika ada saudara kita yang sedang membutuhkan uluran tangan kita, maka wajib kita bantu atas dasar sesama manusia. Terimakasih kepada semua pihak yang sudah membantu baik dari Komisariat Se-Cabang Bogor dan kota Bogor serta omda HIMAGIS," ucap Hadi yang juga berasal dari Lombok ini.
.
Penggalangan dana dilakukan di beberapa titik CFD Bogor. Ada juga stand yang didirikan oleh HMI kota Bogor serta beberapa penampilan teatrikal puisi oleh para kader dalam penggalangan dana. (Ags)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA DAN BAGAIMANA SETELAH MASUK HMI? (Sesi Wawancara dengan Ketum HMI Cabang Bogor)

                    Pada kesempatan ini kami sengaja kembali menghadirkan sesi wawancara khusus dengan ketua umum HMI Cabang Bogor periode 2013-2014, Bang Qiki Qilang Syachbudy. Wawancara ini sengaja dilakukan karena banyaknya pertanyaan baik dari kader ataupun masyarakat umum tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan setelah menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Berikut adalah wawancaranya.

Ini Pesan Ketum Fateta Sebelum Lengser

Jadikanlah organisasi sesuai dengan akar katanya organ. Gerakan yang harus harmoni dan bersimponi antara satu sama lain. Organisasi mengharuskan kerjasama sebagai penggeraknya. Kalimat tersebut dikatakan Ketua umum (Ketum) demisioner komisariat Fateta IPB, Paradha Wihandi Simarmata, Jumat (17/11/2017). "Komisariat Fateta kami jalankan dengan semangat berbeda dan berpikir mandiri. Militansi adalah penggerak organisasi," tutur Paradha ketika menyampaikan kondisi internal dalam pleno III bertempat di Mushola Bateng, Dramaga. Menanggapi persoalan membangun kekompakan komisariat, Paradha menyampaikan pentingnya kebersamaan. Menderita dan bahagia bersama.  "Kita harus siap membeli cita cita dengan penderitaan. Membangun organisasi harus dimulai dari rasa memiliki. Komisariat Fateta bukan milik individu tapi punya kita semua. Selain itu kita juga harus tetap menjaga semangat membaca," ungkap pemuda yang jago karate tersebut. Swkretaris Umum (Sekum) Fa...

Potong Generasi Politikus Rakus!

Letih dan jengah adalah dua perasaan yang mendominasi ketika melihat dunia politik tanah air. Perebutan kekuasaan merupakan domain pasti dalam setiap momen politik. Partai politik sudah kian kabur tujuan ideologinya. Tak jelas arah dan orientasinya. Kegaduhan terjadi hampir di setiap lini, entah di tingkat internal maupun eksternal. Wajar jika kemudian fenomena ini menghasilkan banjir pesimis dan arus ketidakpercayaan masyarakat kepadanya.