Langsung ke konten utama

HMI Komisariat Faperta Galang Dana untuk korban Banjir Lombok



Komisariat Fakultas Pertanian (Faperta) IPB bekerja sama dengan HIMAGIS, Organisasi Mahasiswa Daerah Lombok melakukan penggalan dana untuk korban Banjir Lombok Timur yang bertempat di dua titik, yakni Jalan Kampus Berlin dan jalan depan BNI Dramaga, Senin (20/11/2017).

Ketum komisariat Faperta IPB, Nurul Hadi menyampaikan bahwa penggalangan dan ini bertujuan meningkatkan kepedulian kita sebagai sesama manusia yang saling membutuhkan. Khususnya, untuk meringankan beban korban bencana banjir yang ada di Lombok Timur. Dia mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya atas partispasi masyarakat.

"Alhamdulillah, syukurillah pada hari ini penggalangan dana berhasil mengumpulkan sebesar Rp.2.873.400. Mudah mudahanan penggalangan dana ini dinilai sebagai ibadah untuk kita semua dan hasil penggalangan dana bermanfaat untuk saudara-saudara kita yang lagi mendapat musibah," ucap Nurul Hadi paska menggalang dana.

Nurul Hadi mengutip salah satu Hadits Nabi, sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya.

"Sebagai manusia kita merasa terpanggil ketika ada saudara saudara kita yang sedang mendapat musibah, mereka sangat mengharapkan uluran tangan kita untuk membantu meringankan  beban yang sedang tertimpa musibah," pungkas Hadi. (Ags)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA DAN BAGAIMANA SETELAH MASUK HMI? (Sesi Wawancara dengan Ketum HMI Cabang Bogor)

                    Pada kesempatan ini kami sengaja kembali menghadirkan sesi wawancara khusus dengan ketua umum HMI Cabang Bogor periode 2013-2014, Bang Qiki Qilang Syachbudy. Wawancara ini sengaja dilakukan karena banyaknya pertanyaan baik dari kader ataupun masyarakat umum tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan setelah menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Berikut adalah wawancaranya.

Ini Pesan Ketum Fateta Sebelum Lengser

Jadikanlah organisasi sesuai dengan akar katanya organ. Gerakan yang harus harmoni dan bersimponi antara satu sama lain. Organisasi mengharuskan kerjasama sebagai penggeraknya. Kalimat tersebut dikatakan Ketua umum (Ketum) demisioner komisariat Fateta IPB, Paradha Wihandi Simarmata, Jumat (17/11/2017). "Komisariat Fateta kami jalankan dengan semangat berbeda dan berpikir mandiri. Militansi adalah penggerak organisasi," tutur Paradha ketika menyampaikan kondisi internal dalam pleno III bertempat di Mushola Bateng, Dramaga. Menanggapi persoalan membangun kekompakan komisariat, Paradha menyampaikan pentingnya kebersamaan. Menderita dan bahagia bersama.  "Kita harus siap membeli cita cita dengan penderitaan. Membangun organisasi harus dimulai dari rasa memiliki. Komisariat Fateta bukan milik individu tapi punya kita semua. Selain itu kita juga harus tetap menjaga semangat membaca," ungkap pemuda yang jago karate tersebut. Swkretaris Umum (Sekum) Fa...

Potong Generasi Politikus Rakus!

Letih dan jengah adalah dua perasaan yang mendominasi ketika melihat dunia politik tanah air. Perebutan kekuasaan merupakan domain pasti dalam setiap momen politik. Partai politik sudah kian kabur tujuan ideologinya. Tak jelas arah dan orientasinya. Kegaduhan terjadi hampir di setiap lini, entah di tingkat internal maupun eksternal. Wajar jika kemudian fenomena ini menghasilkan banjir pesimis dan arus ketidakpercayaan masyarakat kepadanya.