Langsung ke konten utama

Pelantikan Berjalan Sukses, Pengurus HMI Bogor Ucapkan Terimakasih


BOGOR Sabtu (23/12/2017) pagi sedang berlangsung Pelantikan Segenap Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bogor di Auditorium Fakultas Peternakan IPB.

Pelantikan HMI Cabang Bogor dilakukan langsung oleh Ketua Pengurus Besar PB HMI Bidang Lingkungan Hidup, Arifin. Pelantikan tersebut mengusung tema "Muslim, Intelektual, Profesional".

Pelantikan dihadiri oleh Alumni HMI cabang Bogor, Elemen Gerakan Mahasiswa baik internal maupun eksternal serta instansi dari pemerintahan.

Ketua Panitia Pelaksana Pelantikan, Pirli Ramdhani mengatakan, rangakaian acara pelantikan berjalan sukses berkat bantuan segenap kader dan Alumni HMI. Harapannya prosesi pelantikan ini menjadi ajang revitalisasi semangat kader untuk memotori roda organisasi.

Tak hanya pelantikan pengurus cabang, pada momen tersebut juga diselenggarakan pelantikan penguruas KOHATI dan Lembaga Pers Mahasiswa Islam (LAPMI). Proses pelantikan diawali dengan penampilan beberapa bait lagu dari pengurus yang berhasil menggugah emosi hadirin. Penghujung acara diakhiri dengan sharing antara kader dan alumni. (Ags)










Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA DAN BAGAIMANA SETELAH MASUK HMI? (Sesi Wawancara dengan Ketum HMI Cabang Bogor)

                    Pada kesempatan ini kami sengaja kembali menghadirkan sesi wawancara khusus dengan ketua umum HMI Cabang Bogor periode 2013-2014, Bang Qiki Qilang Syachbudy. Wawancara ini sengaja dilakukan karena banyaknya pertanyaan baik dari kader ataupun masyarakat umum tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan setelah menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Berikut adalah wawancaranya.

Ini Pesan Ketum Fateta Sebelum Lengser

Jadikanlah organisasi sesuai dengan akar katanya organ. Gerakan yang harus harmoni dan bersimponi antara satu sama lain. Organisasi mengharuskan kerjasama sebagai penggeraknya. Kalimat tersebut dikatakan Ketua umum (Ketum) demisioner komisariat Fateta IPB, Paradha Wihandi Simarmata, Jumat (17/11/2017). "Komisariat Fateta kami jalankan dengan semangat berbeda dan berpikir mandiri. Militansi adalah penggerak organisasi," tutur Paradha ketika menyampaikan kondisi internal dalam pleno III bertempat di Mushola Bateng, Dramaga. Menanggapi persoalan membangun kekompakan komisariat, Paradha menyampaikan pentingnya kebersamaan. Menderita dan bahagia bersama.  "Kita harus siap membeli cita cita dengan penderitaan. Membangun organisasi harus dimulai dari rasa memiliki. Komisariat Fateta bukan milik individu tapi punya kita semua. Selain itu kita juga harus tetap menjaga semangat membaca," ungkap pemuda yang jago karate tersebut. Swkretaris Umum (Sekum) Fa...

Potong Generasi Politikus Rakus!

Letih dan jengah adalah dua perasaan yang mendominasi ketika melihat dunia politik tanah air. Perebutan kekuasaan merupakan domain pasti dalam setiap momen politik. Partai politik sudah kian kabur tujuan ideologinya. Tak jelas arah dan orientasinya. Kegaduhan terjadi hampir di setiap lini, entah di tingkat internal maupun eksternal. Wajar jika kemudian fenomena ini menghasilkan banjir pesimis dan arus ketidakpercayaan masyarakat kepadanya.