Langsung ke konten utama

Giliran HMI FMIPA IPB Adakan Upgrading Kepengurusan


Setelah komisariat FPIK dan Tazkia, kini giliran HMI komisariat FMIPA yang melakukan upgrading Kepengurusan. Ketua umum komisariat FMIPA, Sayyid Al-Bahr mengucapkan upgrading merupakan satu agenda penting yang harus dilalui komisariat, kampus IPB, Jumat (01/13/2017).

"Upgrading akan memberikan gambaran para pengurus mengenai apa tugas dan fungsi personalia. Masing masing bidang akan tau kerjaannya. Kalo sudah kenal fungsi makin enak bagi tugas," tutur Al, sapaan akrab Ketum FMIPA.

Pada acara upgrading komisariat tersebut hadir Joni Iskandar, Paradha Simarmata dan Roni Alfiansyah sebagai fasilitator.

"Kepengurusan akan berjalan dengan baik jika didukung dengan kekompakan pengurus. Komisariat adalah laboratorium bagi pengurus dalam bereksperimen menciptakan ide ide baru. Tidak perlu berpaku pada yang dulu dulu. Di HMI pengurus bebas berkegiatan asal tidak keluar dari aturan," ucap Paradha.

Selain itu, Joni menyampaikan terkait tupoksi bidang bidang di komisariat. Antar bidang berkaitan erat dan saling membantu satu sama lain. Sementara pengurus adalah kader kader elit organisasi yang mempunyai mandat khusus sebagai tulang punggung organisasi.

"Bidang PTKP sebagai bagian eksternal komisariat, berfungsi menjadi wajah HMI di kalangan mahasiswa. PTKP adalah pintu masuk kader kader baru HMI. Sementara, bidang PA berkaitan erat dengan internal  organisasi. Bidang  PA yang melanjutkan tanggungjawab paska LK I. Bidang PA bertugas meningkatkan partisipasi kader dalam kegiatan kegiatan komisariat guna meningkatkan kualitas masing masing kader," pungkas Joni. (Ags)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membumikan Pemikiran dan Sikap Hidup Haji Agus Salim di Era Reformasi

  K ita yang cinta akan negara Indonesia tentulah tidak akan lupa dengan peristiwa awal permulaan dimulainya era reformasi pada tahun 1998. Pada tahun tersebut semuanya setuju bahwa dengan berakhirnya rezim Orde Baru maka kita akan segera menyongsong kehidupan baru yang lebih baik,lebih terbuka dan lebih sejahtera.

Potong Generasi Politikus Rakus!

Letih dan jengah adalah dua perasaan yang mendominasi ketika melihat dunia politik tanah air. Perebutan kekuasaan merupakan domain pasti dalam setiap momen politik. Partai politik sudah kian kabur tujuan ideologinya. Tak jelas arah dan orientasinya. Kegaduhan terjadi hampir di setiap lini, entah di tingkat internal maupun eksternal. Wajar jika kemudian fenomena ini menghasilkan banjir pesimis dan arus ketidakpercayaan masyarakat kepadanya.

Ini Pesan Ketum Fateta Sebelum Lengser

Jadikanlah organisasi sesuai dengan akar katanya organ. Gerakan yang harus harmoni dan bersimponi antara satu sama lain. Organisasi mengharuskan kerjasama sebagai penggeraknya. Kalimat tersebut dikatakan Ketua umum (Ketum) demisioner komisariat Fateta IPB, Paradha Wihandi Simarmata, Jumat (17/11/2017). "Komisariat Fateta kami jalankan dengan semangat berbeda dan berpikir mandiri. Militansi adalah penggerak organisasi," tutur Paradha ketika menyampaikan kondisi internal dalam pleno III bertempat di Mushola Bateng, Dramaga. Menanggapi persoalan membangun kekompakan komisariat, Paradha menyampaikan pentingnya kebersamaan. Menderita dan bahagia bersama.  "Kita harus siap membeli cita cita dengan penderitaan. Membangun organisasi harus dimulai dari rasa memiliki. Komisariat Fateta bukan milik individu tapi punya kita semua. Selain itu kita juga harus tetap menjaga semangat membaca," ungkap pemuda yang jago karate tersebut. Swkretaris Umum (Sekum) Fa...