Langsung ke konten utama

Bentuk Unit Usaha, HMI Fahutan Sukses Selenggarakan Basic Training


BOGOR - HMI Fahutan IPB terus melakukan inovasi untuk mensukseskan proses kaderisasi komisariat dalam hal ini pelaksana Latihan Kader I (LK 1). Salah satu upaya yang dilakukan, yakni membentuk Badan Usaha berupa Insan Cita Agro yang bergerak di bidang penjualan buah-buahan.

Diungkapkan Ketum komisariat, Rizki Ramdhani, Insan Cita Agro merupakan hasil berpikir dinamis para pengurus untuk mensukseskan Basic Training Komisariat. Badan usaha ini menjadi ajang para pengurus untuk menggerakkan roda organisasi dan melatih jiwa wirausaha dan kreatifitas kader.

"Alhamdulillah, berkat kerja keras dan totalitas kawan kawan komisariat, basic training HMI Fahutan yang dilaksanakan 7-10 Desember kemarin berjalan dengan lancar walaupun masih ada kekurangan. Insan Cita Agro menjadi salah satu sumber pendanaan acara basic." Tutur Rizki.

Rizki mengatakan, buah buahan yang dijual diambil langsung dari salah satu alumni HMI Fahutan, yang memang fokus di pertanian. "Kami ambil stok buah yang di jual dari bang Handian. Diantara buah yang di jual tersebut ada Alpukat, Matoa, Mangga dan lain lain. Untuk Duren kami ambil dari supplier alumni yang lain," tandas Ketum yang berbadan tegap ini. (Ags)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membumikan Pemikiran dan Sikap Hidup Haji Agus Salim di Era Reformasi

  K ita yang cinta akan negara Indonesia tentulah tidak akan lupa dengan peristiwa awal permulaan dimulainya era reformasi pada tahun 1998. Pada tahun tersebut semuanya setuju bahwa dengan berakhirnya rezim Orde Baru maka kita akan segera menyongsong kehidupan baru yang lebih baik,lebih terbuka dan lebih sejahtera.

Potong Generasi Politikus Rakus!

Letih dan jengah adalah dua perasaan yang mendominasi ketika melihat dunia politik tanah air. Perebutan kekuasaan merupakan domain pasti dalam setiap momen politik. Partai politik sudah kian kabur tujuan ideologinya. Tak jelas arah dan orientasinya. Kegaduhan terjadi hampir di setiap lini, entah di tingkat internal maupun eksternal. Wajar jika kemudian fenomena ini menghasilkan banjir pesimis dan arus ketidakpercayaan masyarakat kepadanya.

Ini Pesan Ketum Fateta Sebelum Lengser

Jadikanlah organisasi sesuai dengan akar katanya organ. Gerakan yang harus harmoni dan bersimponi antara satu sama lain. Organisasi mengharuskan kerjasama sebagai penggeraknya. Kalimat tersebut dikatakan Ketua umum (Ketum) demisioner komisariat Fateta IPB, Paradha Wihandi Simarmata, Jumat (17/11/2017). "Komisariat Fateta kami jalankan dengan semangat berbeda dan berpikir mandiri. Militansi adalah penggerak organisasi," tutur Paradha ketika menyampaikan kondisi internal dalam pleno III bertempat di Mushola Bateng, Dramaga. Menanggapi persoalan membangun kekompakan komisariat, Paradha menyampaikan pentingnya kebersamaan. Menderita dan bahagia bersama.  "Kita harus siap membeli cita cita dengan penderitaan. Membangun organisasi harus dimulai dari rasa memiliki. Komisariat Fateta bukan milik individu tapi punya kita semua. Selain itu kita juga harus tetap menjaga semangat membaca," ungkap pemuda yang jago karate tersebut. Swkretaris Umum (Sekum) Fa...