Langsung ke konten utama

HMI Cabang Bogor Melantik Pengurus Baru HMI Komisariat Sekolah Vokasi IPB

Foto bersama Pengurus Baru HMI Komisariat Sekolah Vokasi IPB


Bogor- HMI Cabang Bogor baru saja melantik Pengurus Baru HMI Komisariat Sekolah Vokasi (SV) IPB Jumat malam (2/2). Acara tersebut dihadiri jajaran Pengurus Cabang dan Ketua Umum HMI Komisariat Sekolah Vokasi IPB demisioner, Rakanda Putra Ansa Gaora.

Dalam kata sambutannya, Rakanda Yusuf Arifiyanto, Ketua Umum HMI Komisariat SV IPB yang baru, mengatakan bahwa Ketua Umum merupakan amanah yang harus diemban dan dijalankan semaksimal mungkin untuk kemajuan organisasi. Sehingga, beliau menyampaikan untuk kerjasamanya dalam membangun dan menjalankan kepengurusan Komisariat setahun ke depan bersama-sama. “Amanah akan terasa ringan jika kita bersama yang mengerjakannya, karena jika dikerjakan sendiri akan terasa berat”, ungkap beliau.

Rakanda Putra Ansa Gaora memberikan pesan kepada Pengurus Baru untuk selalu semangat dan selalu konsisten dalam menjalankan dan memenuhi amanah sebagai Pengurus HMI Komisariat SV IPB yang baru satu tahun ke depan. “Saya mewakili pengurus demisioner lain menitipkan Komisariat SV IPB kepada pengurus baru. Amanah timbul dari lahirnya rasa aman yang diciptakan karena kontribusi anggota-anggota organisasi di dalamnya, sehingga hal itu menambah semangat organisasi. Dan hal itu tidak bisa dicapai tanpa kerja sama, gotong royong, dan tolong menolong antar sesama anggota”, ujar Kanda Ansa.

Rakanda Joni Iskandar, Ketua Umum HMI Cabang Bogor, menekankan bahwa kerja organisasi tidak bisa dibebankan kepada satu individu semata, tetapi adalah proses dari kerja sama baik pengurus maupun anggota-anggotanya. “Organisasi akar katanya (dari) organ. Artinya pembagian bidang-bidang dalam organisasi menandakan bahwa kerja organisasi tidak bisa dilakukan sendirian. Harus ada sinergi di dalamnya,” ujar Kanda Joni.

“Perkuat kaderisasi, jalin silaturahmi, pertajam eksistensi, dan masifkan publikasi,” kata Kanda Joni sebagai pesan dan kata penutup dari sambutannya. [Kmi]
Rakanda Putra Ansa Gaora (Ketua Umum HMI Komisariat SV IPB) memberikan selama kepada Pengurus Baru Komisariat SV
Serah Terima Jabatan secara simbolik dari Rakanda Putra Ansa Gaora kepada Rakanda Yusuf Arifiyanto (Ketua Umum HMI Komisariat SV IPB terlantik)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA DAN BAGAIMANA SETELAH MASUK HMI? (Sesi Wawancara dengan Ketum HMI Cabang Bogor)

                    Pada kesempatan ini kami sengaja kembali menghadirkan sesi wawancara khusus dengan ketua umum HMI Cabang Bogor periode 2013-2014, Bang Qiki Qilang Syachbudy. Wawancara ini sengaja dilakukan karena banyaknya pertanyaan baik dari kader ataupun masyarakat umum tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan setelah menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Berikut adalah wawancaranya.

Ini Pesan Ketum Fateta Sebelum Lengser

Jadikanlah organisasi sesuai dengan akar katanya organ. Gerakan yang harus harmoni dan bersimponi antara satu sama lain. Organisasi mengharuskan kerjasama sebagai penggeraknya. Kalimat tersebut dikatakan Ketua umum (Ketum) demisioner komisariat Fateta IPB, Paradha Wihandi Simarmata, Jumat (17/11/2017). "Komisariat Fateta kami jalankan dengan semangat berbeda dan berpikir mandiri. Militansi adalah penggerak organisasi," tutur Paradha ketika menyampaikan kondisi internal dalam pleno III bertempat di Mushola Bateng, Dramaga. Menanggapi persoalan membangun kekompakan komisariat, Paradha menyampaikan pentingnya kebersamaan. Menderita dan bahagia bersama.  "Kita harus siap membeli cita cita dengan penderitaan. Membangun organisasi harus dimulai dari rasa memiliki. Komisariat Fateta bukan milik individu tapi punya kita semua. Selain itu kita juga harus tetap menjaga semangat membaca," ungkap pemuda yang jago karate tersebut. Swkretaris Umum (Sekum) Fa...

Potong Generasi Politikus Rakus!

Letih dan jengah adalah dua perasaan yang mendominasi ketika melihat dunia politik tanah air. Perebutan kekuasaan merupakan domain pasti dalam setiap momen politik. Partai politik sudah kian kabur tujuan ideologinya. Tak jelas arah dan orientasinya. Kegaduhan terjadi hampir di setiap lini, entah di tingkat internal maupun eksternal. Wajar jika kemudian fenomena ini menghasilkan banjir pesimis dan arus ketidakpercayaan masyarakat kepadanya.