Langsung ke konten utama

Postingan

Melacak Perpecahan HMI Dipo Dan HMI MPO

sumber:  www.gemaislam.com Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Lafran Pane dan kawan kawan pada tahun 1947 yang dilatar belakangi rasa keprihatinan melihat umat islam dan bangsa yang terkotak-kotak dalam beberapa golongan. Setidaknya ada 3 hal yang menjadi kata kunci menjelang lahirnya HMI, yakni umat, bangsa dan mahasiswa.

Konsep Maqoshid Syariah Imam Ghozali Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Di Abad Modern

               Pada saat ini umat islam dihadapkan kepada persoalan-persoalan ekonomi kontemporer, akibat dari kemajuan peradaban manusia dan perkembangan ilmu pengetahuan. Munculnya kegiatan ekonomi dengan segala ragamnya yang begitu kompleks, menimbulkan pula permasalahan hukum di kalangan umat. Kompleksitas permasalahan ekonomi dewasa ini juga menuntut adanya elastisitas, fleksibilitas dalam memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi (Arief, 2002:200)

BUNG NATSIR SANG PENGIKAT

  Apabila kita berbicara tentang pemikiran Bung Natsir maka kita seolah sedang pula mencicipi sedikit masakan pemikiran ala HOS Cokroaminoto, H. Agus Salim, dan sedikit pemikiran Bung Karno. Warna pemikiran dari ketiga tokoh tersebut rupanya Bung Natsirpun punya. Hanya saja memang mesti ada uniknya sedikit, diantaranya adalah karena Bung Natsir bukan saja diakui kepemimpinannya di dalam masyarakatnya sendiri (dalam hal ini masyarakat Islam) tetapi beliaupun mampu membuktikan diri untuk berkiprah dalam panggung perpolitikan Indonesia. Hal inilah yang kemudian membuat Bung Natsir layak untuk disebut sebagai ulama intelek. Yaitu ulama yang bisa menerapkan pengetahuan dan kemampuannya pada dunia modern. 

Membumikan Pemikiran dan Sikap Hidup Haji Agus Salim di Era Reformasi

  K ita yang cinta akan negara Indonesia tentulah tidak akan lupa dengan peristiwa awal permulaan dimulainya era reformasi pada tahun 1998. Pada tahun tersebut semuanya setuju bahwa dengan berakhirnya rezim Orde Baru maka kita akan segera menyongsong kehidupan baru yang lebih baik,lebih terbuka dan lebih sejahtera.

PAMERAN BISU PENDIDIKAN KITA

Tujuan setiap manusia tentulah mendatangkan manfaat bagi manusia yang lain atau yang kita kenal dengan ‘Anfa uhum Linnas . Untuk menggapai tujuan tersebut tentu harus ada proses penggalian potensi  yang harus kita lalui yakni belajar. Namun sayang beribu sayang proses belajar yang kita kenal, disederhanakan oleh sebagian besar masyarakat menjadi proses belajar dari SD hingga sarjana. Maka tak heran setiap individu sekarang hanya berpacu untuk mendapatkan gelar sarjana semata.

Hutan Rakyat sebagai pengembangan lestari zona penyangga

  Zona Penyangga merupakan salah satu zona penting dalam menjaga keutuhan kawasan konservasi khususnya taman nasional. Zona ini merupakan kawasan yang berada di luar pengelolaan taman nasional, yaitu diokelola oleh pemilik lahan. Salah satu pengelolaan sumberdaya yang ada di luar kawasan taman nasional adalah dengan membangun hutan rakyat, agar kawasan konservasi bisa tetap terjaga keutuhannya dan dapat membangkitkan pengelolaan lahan secara lestari.

SUMBER, DAMPAK, DAN PENANGGULANGAN DARI PENCEMARAN AIR

  Pencemaran air adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiatan manusia, sehingga kualitas air menjadi turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (PP No. 20/1990 pasal 1, angka 2 dalam Warlina 2004). Dari definisi dapat diartikan bahwa sumber atau penyebab dari pencemaran air adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi dan atau komposisi lain ke dalam air sehingga menyebabkan air itu tercemar. Dalam istilah sehari-hari benda-benda tersebut dapat dikatakan sebagai unsur polutan. Pada prakteknya unsur-unsur ini dapat berupa pembuangan limbah rumah tangga, limbah industri dan limbah cair ke dalam badan air (Warlina 2004). Menurut Azwir (2006) polusi air adalah penyimpangan sifat-sifat air yang normal akibat terkontaminasi oleh material atau pertikel, dan bukan dari proses pemurnian.