Langsung ke konten utama

Omong – Omong Model Persatuan di HMI Cabang Bogor (Menyambut lahirnya komisariat STEI Tazkia dan komisariat FEMA)

 

Di awal tulisan ini penulis terlebih dahulu mengucapkan selamat atas berdirinya komisariat STEI Tazkia dan komisariat FEMA (FEMA sedang dalam proses pelantikan). Semoga dua komisariat tersebut senantiasa menjadi organisasi yang bermanfaat bagi sesama mahasiswa pada khususnya dan bagi sesama hidup pada umumnya. Penulis mengucap beribu-ribu rasa syukur kepada Allah SWT karena pada saat ini HMI Cabang Bogor telah diberikan rezeki dan kekuatan berupa bertambahnya dua komisariat baru sehingga jumlah komisariat yang ada di HMI Cabang Bogor kini menjadi sebelas komisariat. Dengan bertambahnya jumlah komisariat tersebut menandakan bahwa HMI bukan hanya dibutuhkan oleh ummat, tetapi juga ini menjadi isyarat akan bertambahnya nilai manfaat HMI untuk sesama yang lebih luas. 
 
Sebagai organisasi ekstrakampus yang beranggotakan para mahasiswa, tentunya perjalanan HMI Cabang Bogor tidak lepas dari dinamika yang silih berganti. Berbagai macam hambatan datang dari dalam maupun dari luar. Namun untunglah, gangguan-gangguan tersebut tidak sampai menyurutkan tekad para kadernya untuk terus ikut membina ummat dengan tujuannya yaitu Terbinanya Insan Akademis, Pencipta, Pengabdi yang Bernafaskan Islam dan Bertanggung Jawab atas Terwujudnya Masyarakat Adil Makmur yang Diridhoi Allah SWT. Tidak ada sedikitpun rasa gentar dalam hati untuk terus berjuang karena kita yakin bahwa kita adalah pewaris Muhammad SAW yang tidak pernah mengeluh ataupun berhenti untuk berjuang. Kita selalu menyempatkan waktu ataupun tenaga untuk sebisa mungkin, walaupun tidak besar, kita berharap bisa memberikan kontribusi bagi pencerahan terhadap sesama melalui HMI ini. Sebab dalam HMI inilah kita menterapi jiwa diri sendiri untuk bisa terbiasa dengan mengusahakan transformasi kehidupan ummat. 

Untuk perjuangan yang panjang dan tidak ringan itu maka persatuan di dalam tubuh HMI Cabang Bogor tersebut adalah mutlak harus selalu diusahakan. Karena hanya dengan persatuan itulah maka beban yang berat akan terasa ringan karena kita saling berkontribusi untuk mencari solusi. Semangat persatuan yang ada di dalam tubuh HMI Cabang Bogor merupakan sebuah semangat jiwa yang harus selalu dijaga, karena semangat persatuan itulah yang terus membuat kehangatan kita untuk terus bekerjasama dan berteman lebih dari saudara.

HMI Cabang Bogor Komisariat STEI Tazkia dan HMI Cabang Bogor Komisariat FEMA adalah dua komisariat yang ke depan akan meramaikan dan semakin menghangatkan rasa persaudaraan kita. Kedua komisariat itu adalah bagian dari tubuh keluarga besar HMI Cabang Bogor, yang jika salah satunya merasa sakit, maka kita semua merasakan kesakitannya tersebut. Jika diibaratkan sebagai manusia, maka kedua komisariat itu laksana dua ruh manusia utuh yang kemudian bergabung dengan ruh manusia-manusia lain yang sudah ada sebelumnya menjadi sebuah raksasa besar yang bernama keluarga besar HMI Cabang Bogor. Setelah bergabung tersebut maka ruh tangan kita menjadi satu, ruh kaki kita menjadi satu, dan ruh kepala kita menjadi satu. Yaitu satu persepsi tentang tujuan kita bersama untuk membangun SDM yang akademis, pencipta, pengabdi yang bernafaskan Islam, dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT. Yakusa.

Qiki Qilang Syachbudy
Ketum HMI Cabang Bogor 2013-2014

Komentar

Postingan populer dari blog ini

APA DAN BAGAIMANA SETELAH MASUK HMI? (Sesi Wawancara dengan Ketum HMI Cabang Bogor)

                    Pada kesempatan ini kami sengaja kembali menghadirkan sesi wawancara khusus dengan ketua umum HMI Cabang Bogor periode 2013-2014, Bang Qiki Qilang Syachbudy. Wawancara ini sengaja dilakukan karena banyaknya pertanyaan baik dari kader ataupun masyarakat umum tentang apa dan bagaimana yang harus dilakukan setelah menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Berikut adalah wawancaranya.

Ini Pesan Ketum Fateta Sebelum Lengser

Jadikanlah organisasi sesuai dengan akar katanya organ. Gerakan yang harus harmoni dan bersimponi antara satu sama lain. Organisasi mengharuskan kerjasama sebagai penggeraknya. Kalimat tersebut dikatakan Ketua umum (Ketum) demisioner komisariat Fateta IPB, Paradha Wihandi Simarmata, Jumat (17/11/2017). "Komisariat Fateta kami jalankan dengan semangat berbeda dan berpikir mandiri. Militansi adalah penggerak organisasi," tutur Paradha ketika menyampaikan kondisi internal dalam pleno III bertempat di Mushola Bateng, Dramaga. Menanggapi persoalan membangun kekompakan komisariat, Paradha menyampaikan pentingnya kebersamaan. Menderita dan bahagia bersama.  "Kita harus siap membeli cita cita dengan penderitaan. Membangun organisasi harus dimulai dari rasa memiliki. Komisariat Fateta bukan milik individu tapi punya kita semua. Selain itu kita juga harus tetap menjaga semangat membaca," ungkap pemuda yang jago karate tersebut. Swkretaris Umum (Sekum) Fa...

Potong Generasi Politikus Rakus!

Letih dan jengah adalah dua perasaan yang mendominasi ketika melihat dunia politik tanah air. Perebutan kekuasaan merupakan domain pasti dalam setiap momen politik. Partai politik sudah kian kabur tujuan ideologinya. Tak jelas arah dan orientasinya. Kegaduhan terjadi hampir di setiap lini, entah di tingkat internal maupun eksternal. Wajar jika kemudian fenomena ini menghasilkan banjir pesimis dan arus ketidakpercayaan masyarakat kepadanya.