Langsung ke konten utama

Postingan

Dunia Dalam Kemasan: Selamat Datang di Dunia Persepsi

  Sampai kapanpun manusia akan selalu menjadi tawanan persepsi di dunia ( yang digambarkanPlato ).  Karena kehidupan ini memang sekumpulan persepsi.  Beberapa pemikir seperti Harun Yahya telah mengemukakan fakta tersebut. Tidak ada salahnya kalau kita bahas beberapa teori mereka. Meskipun, paham Materialis tak akan menerima hal ini.

Dunia Dalam Kemasan: Perumpamaan Manusia Gua

Jika ada yang bertanya, mengapa semuanya begitu tidak pasti dan relatif. Mengapa apa yang terkadang kita anggap sebuah kebenaran, ternyata hanyalah kepalsuan yang dibungkus dengan berbagai hiasan spekulasi dan manipulasi. Jawabannya adalah karena dari awal kita hidup pada kehidupan yang tidak sepenuhnya nyata.

SEJARAH HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

Kelahiran HMI dimulai dari kisah seorang mahasiswa yang bernama Lafan Pane. Ia gelisah melihat pergerakan mahasiswa saat itu. Utamanya, potensi mahasiswa islam yang dirasa perlu diorganisir dengan baik, sehingga ia berinisiatif untuk mendirikan organisasi mahasiswa Islam. Ketika mata kuliah Tafsir dengan dosen Husein Yahya di kampus Sekolah Tinggi Islam (STI) Yohyakarta, Lafran Pane meminta izin untuk menggunakan tempat dan jam kuliah untuk mengadakan rapat pendirian organisasi mahasiswa. Husein Yahya mengizinkan bahkan mengikuti jalannya rapat tersebut.

Persatuan Ummat di Tengah Islam yang Kaya Makna

Sumber:  ustadchandra.wordpress.com Sebagai sebuah agama, islam telah berhasil memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap kemajuan masyarakat dunia. Ajaran yang dahulu dibawa oleh rosul yang ummi itu kini telah berhasil mempengaruhi berbagai macam aspek keilmuan di berbagai bidang. Bahkan kemudian sejarah telah membuktikan bahwa semangat kemajuan islam juga telah menginspirasi bangkitnya masyarakat dunia yang secara agama tidak menjadikan islam sebagai agama resminya.

Melacak Perpecahan HMI Dipo Dan HMI MPO

sumber:  www.gemaislam.com Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh Lafran Pane dan kawan kawan pada tahun 1947 yang dilatar belakangi rasa keprihatinan melihat umat islam dan bangsa yang terkotak-kotak dalam beberapa golongan. Setidaknya ada 3 hal yang menjadi kata kunci menjelang lahirnya HMI, yakni umat, bangsa dan mahasiswa.

Konsep Maqoshid Syariah Imam Ghozali Terhadap Pemenuhan Kebutuhan Di Abad Modern

               Pada saat ini umat islam dihadapkan kepada persoalan-persoalan ekonomi kontemporer, akibat dari kemajuan peradaban manusia dan perkembangan ilmu pengetahuan. Munculnya kegiatan ekonomi dengan segala ragamnya yang begitu kompleks, menimbulkan pula permasalahan hukum di kalangan umat. Kompleksitas permasalahan ekonomi dewasa ini juga menuntut adanya elastisitas, fleksibilitas dalam memberi solusi terhadap permasalahan yang dihadapi (Arief, 2002:200)

BUNG NATSIR SANG PENGIKAT

  Apabila kita berbicara tentang pemikiran Bung Natsir maka kita seolah sedang pula mencicipi sedikit masakan pemikiran ala HOS Cokroaminoto, H. Agus Salim, dan sedikit pemikiran Bung Karno. Warna pemikiran dari ketiga tokoh tersebut rupanya Bung Natsirpun punya. Hanya saja memang mesti ada uniknya sedikit, diantaranya adalah karena Bung Natsir bukan saja diakui kepemimpinannya di dalam masyarakatnya sendiri (dalam hal ini masyarakat Islam) tetapi beliaupun mampu membuktikan diri untuk berkiprah dalam panggung perpolitikan Indonesia. Hal inilah yang kemudian membuat Bung Natsir layak untuk disebut sebagai ulama intelek. Yaitu ulama yang bisa menerapkan pengetahuan dan kemampuannya pada dunia modern.