Apabila kita sering mengadakan dialog dan bincang-bincang ringan mengenai masa lalu bangsa dengan para orang tua yang sudah sepuh , maka kita akan selalu mendengarkan kosakata ‘pribumi’ yang terselip dalam perbincangan tersebut. Kata pribumi seakan menjadi suatu identitas melekat bagi setiap kelompok yang merasa ‘saya adalah orang asli dari daerah sini’. Dan kata pribumi, selalu bertaut dengan penindasan dan ketidakadilan. Baru-baru ini, Gubenur DKI Jakarta yang baru saja dilantik, Anies Baswedan, beberapa waktu lalu berpidato pasca pelantikan dan serah terima jabatan Gubernur-Wakil Gubernur dengan mengangkat tema klasik namun tetap menjadi perbincangan hangat, bahkan panas: pidato yang bersinggungan dengan kata ‘pribumi’. Saya tidak ingin mempermasalahkan pidato Gubernur yang kontroversial tersebut, tetapi saya ingin mempertanyakan: mengapa istilah pribumi masih diangkat? Dan ada apa dengan kosakata pribumi? Luka Lama Lahirnya kosakata pribumi seakan membuka suatu l...
Di HMI Kita Berteman Lebih dari Saudara.